Selasa, 02 November 2010

Blekko, Situs Penantang Google,Mesin Pencari Web terbaru

Headline
INILAH.COM, Jakarta Sebuah mesin pencari terbaru Blekko.com siap bersaing dengan Google. Situs ini tak bisa dianggap remeh karena mendapat dukungan jutaan dolar AS modal ventura.
Chief Executive Blekko, Rich Skrenta, mengatakan,Saat kami membangun perusahaan ini, tujuan kami membuat mesin pencari yang tak hanya mencari hal yang biasa Anda cari, namun juga memungkinkan Anda mencari apa yang tak bisa Anda cari di mana pun.

Blekko memiliki fitur slashtag yang memungkinkan pengguna menyempitkan pencarian hanya pada situs terelevan dan terpercaya guna mengurangi situs spam dan situs yang kurang berkualitas.
Slashtag merupakan alat untuk memfilter hasil pencarian, kata Blekko. Daripada mencari ke seluruh web, slashtag memungkinkan pencarian hanya dilakukan pada situs yang diinginkan saja.
Skrenta mengatakan Blekko bisa mendapatkan hasil terelevan yang memungkinkan pengguna menciptakan slahtag dan daftar situs rekomendasi. Tak semua orang harus berpartisipasi untuk itu, kami sudah lama memiliki ensiklopedia seperti Britannica, katanya.
Fraksi kecil audiens web yang terlibat dapat membantu membuat pengalaman pencarian menjadi lebih baik bagi semua orang, katanya.
Blekko menjanjikan transparansi peringkat pencarian data dan menunjukkan peringkat situs bagi query tertentu.
Editor in Chief blog teknologi SearchEngineLand.com, Danny Sullivan, mencatat sejumlah perusahaan pencari gagal menerobos pasar yang didominasi Google.
Tak bermaksud apa-apa, saya harap Blekko dapat menjadi pembunuh Google, kata Sullivan.
Sullivan mengatakan Blekko mencari audiens web yang mencari alternatif ketika Google atau Bing (Microsoft) tak bisa.
Semua orang tertarik pada kemampuannya menciptakan kustomisasi mesin pencari dan itu kekuatan Blekko," ujarnya.[ito]

Mazmur 23:1 ¶ Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.


Kenyamanan, keamanan dan berkat amatlah dibutuhkan dan dinantikan banyak orang. Kehidupan yang nyaman dapat berupa tersedianya kebutuhan manusia baik jasmani dan rohani. Keamanan dalam hidup dapat berarti tidak ada kekacauan dan perselisihan dalam setiap keadaan. Dan berkat dapat mengandung arti bahwa dalam segala keadaan, kita tetap mendapatkan berkat. Semuanya itu didambakan oleh begitu banyak orang sehingga berusaha untuk mendapatkannya dengan berbagai cara dan upaya.


Raja Daud memahami bahwa kenyaman, keamanan dan berkat adalah bersumber dari Tuhan. Karena Daud adalah seorang gembala domba, maka dia mengibaratkan Tuhan adalah seorang gembala seperti dirinya. Daud tahu persis bahwa seorang gembala domba pasti akan membawa domba-dombanya kepada rumput yang hijau untuk makan. Bila domba-domba merasa haus, gembala akan membawa kepada air yang tenang untuk minum. Bila ada serigala, maka gembala akan menghalau serigala tersebut dengan tongkat dan gadanya. Domba-domba akan terpelihara hidupnya dan tidak pernah berkekurangan karena ada gembala yang selalu berjaga-jaga di sekelilingnya.


Kita adalah domba-domba yang digembalakan oleh Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan Juru Selamat. Di tangan Yesus, ada keselamatan. Di dalam Yesus, ada kuasa. Di dalam Yesus, ada suka cita. Setiap domba harus patuh kepada Gembala yang Agung yaitu Yesus Kristus agar tidak tersesat dan terjerumus kepada lembah kekelaman. Kita harus menyerahkan sepenuhnya hidup kita kepadaNYa karena Dialah yang akan memelihara hidup kita. Namun masalahnya adalah, ada begitu banyak orang tidak memahami hal ini sehingga masih saja kita melihat orang-orang terjerumus kepada hal-hal yang tidak disukai oleh Tuhan. Ada begitu banyak domba tersesat dan terjerumus kepada perbuatan yang tidak benar. Domba tersesat karena tidak patuh kepada Gembala. Domba-domba menjadi tidak punya pegangan. Akibatnya, ketika kondisi ekonomi semakin memburuk membuat ada begitu banyak orang merasa khwatir, merasa bimbang, merasa ragu dan tidak punya pengharapan karena telah kehilangan Gembala yang Agung. Karir yang belum meningkat membuat orang mengambil jalan pintas untuk mendapatkannya karena tidak yakin bahwa Tuhan dapat memberikannya. Kondisi rumah tangga yang terancam bubar karena tidak ada Gembala di tengah keluarga sehingga yang terjadi adalah adanya pertengkaran-pertengkaran yang membuat rumah menjadi sebuah tempat yang mengerikan. Kondisi lingkungan rumah yang semakin tidak menentu dikarenakan meningkatnya tingkat kejahatan seperti perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, pencurian dan lain sebagainya membuat kita merasa tidak aman berada di luar rumah dan bila bepergian ke suatu tempat. Ada rasa khawatir akan terjadinya sesuatu yang tidak mengenakkan. Tidak ada kenyamanan, tidak ada suka cita, tidak ada jaminan keamanan dan lain sebagainya membuat kehidupan yang semakin tidak mengenakkan. Tapi puji nama Tuhan, karena kita adalah umat Tuhan yang memiliki Gembala yang Agung, maka rasa ketidaknyamanan, ketakutan, kekhawatiran dan lain sebagainya telah dileyapkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Gembala yang Agung itu akan memberikan kita kenyamanan hidup, memberikan kemanan hidup, dan memberikan berkat yang melimpah-limpah kepada umatNya yang selalu bergantung dan berharap serta setia kepadaNya. Oleh karena itu, jadilah domba-domba yang selalu bergantung dan taat kepada Yesus Kristus yang adalah Tuhan. Terpujilah nama Tuhan. Amin. (02112010)

Senin, 01 November 2010

Natal & Lilin



Lilin dalam bahasa Inggris disebut candle yang diserap dari bahasa Latin 'Cardere' yang berarti kelap-kelip. Lilin sudah dikenal oleh bangsa Mesir sejak 3.000 tahun sebelum Masehi. Orang Yahudi setiap Jumat sore, 18 menit sebelum matahari terbenam selalu menyalakan lilin untuk menyambut dimulainya hari Sabat. Lilin selain bisa digunakan sebagai alat penerang, bisa digunakan juga sebagai alat terapi (candle healing).

Pada jaman Dinasti Sung (960-1279) lilin digunakan juga sebagai jam waktu. Lilin tersebut diikat dan digandul dengan besi atau batu. Begitu lilin tersebut habis terbakar, gandul pemberatnya akan jatuh ke dalam wadah, sehingga menimbulkan bunyi yang nyaring dan keras.

Pada saat sekarang ini, lilin dan Natal sudah merupakan satu kesatuan yang sukar untuk bisa dipisah lagi. Rasanya kalau kita merayakan Natal tanpa adanya lilin berarti ada sesuatu yang kurang. Maka tidaklah heran apabila omset penjualan lilin di Eropa 45% dilakukan pada saat menjelang Natal. Sebenarnya tidak ada satu ayat pun dalam Alkitab yang mengkaitkan antara lilin dan Natal. Budaya Lilin ini diambil dari sejak jaman Romawi ketika mereka merayakan pesta Saturnalia (penyembahan Dewa Saturn).

Bagi umat Kristen, lilin itu merupakan simbol dari kelahiran Yesus yang membawakan terang ke dalam dunia ini. Yohanes 1:5 yang berbunyi "Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya dan (9a) terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang…" Selain itu kehadiran malaikat membawa kabar gembira bagi para gembala di padang yang mana kemuliaan Tuhan bersinar terang di tengah malam (Lukas 2:8-12) merupakan analogi terhadap peran Yesus sebagai terang dunia.

Lilin dapat membawa terang untuk melawan kegelapan. Terang selalu menguasai kegelapan dan tidak pernah ditelan oleh kegelapan, betapa pun kecilnya terang itu. Lilin itu ikhlas berkorban membakar dirinya sendiri agar dapat menjadi terang. Tanpa pengorbanan, sulit menjadi terang. Lilin melambangkan keberanian untuk memberikan terang. Mereka yang berada di dalam kegelapan pada suatu saat pasti akan membutuhkan terang.

Umat Katolik sering menyalakan lilin sambil berdoa. Lilin yang menyala melambangkan suatu kurban yang dilakukan sekaligus dengan mempersembahkan doa dan menerima kehendak Tuhan. Sedangkan lilin liturgi misalnya untuk Paskah minimum 51% bahan dasarnya harus dari lilin lebah. Menurut St. Agustinus, lilin lebah merupakan lambang tubuh Kristus, lambang kemanusiaan-Nya yang lahir dari seorang perawan (seperti lilin lebah yang dihasilkan oleh lebah); sumbunya adalah jiwa Kristus; dan nyala api adalah pikiran-Nya.

Lilin dalam dekorasi Advent Krans pada umumnya terdiri dari lima lilin. Setiap minggu yang dilewati dinyalakan satu lilin, selama empat minggu berturut-turut. Simbol warna lilin yang digunakan adalah tiga lilin warna ungu sebagai lambang penyesalan dan pertobatan. Satu lilin merah melambangkan sukacita. Sedangkan lilin besar yang di tengah berwarna putih melambangkan lilin Kristus. Lilin ini baru dinyalakan pada hari Natal.

Alkisah ada empat lilin yang sedang menyala dengan kelap-kelip kecil. Apabila kita datang dengan menghampirinya secara perlahan, kita akan bisa mendengar suara lilin itu berbicara dengan lembut.

Lilin Pertama: “Aku adalah damai, hanya sayangnya tidak ada lagi membutuhkan sinar-Ku. Aku merasa lelah.” Api lilin tersebut mulai mengecil dan akhirnya padam.

Lilin Kedua: “Aku adalah kepercayaan, tetapi tidak ada lagi yang bisa dipercaya. Aku merasa sedih dan kecewa.” Setelah itu datanglah angin lembut yang menghembus padam lilin tersebut.

Setelah itu Lilin Ketiga pun turut berbicara: “Aku adalah harapan. Tetapi sekarang ini sudah tidak ada yang bisa diharapkan lagi. Mereka telah berubah menjadi egois. Mereka lebih saling mementingkan diri sendiri daripada sesamanya.” Akhirnya padam pulalah lilin yang ketiga ini.

Setelah ketiga lilin tersebut padam, datanglah seorang anak kecil. “Kenapa ketiga lilin ini padam?” Melihat itu ia merasa bersedih hati. Berserulah Lilin yang ke empat: “Aku adalah kasih, selama aku masih menyala. Aku dapat membagikan api kasihku kepada mereka yang telah padam agar bisa menyala kembali.”

Setelah itu diambilah lilin yang keempat oleh anak tersebut untuk menyalakan kembali, ketiga lilin yang telah padam. Dengan api kasih, kita dapat menghidupkan kembali rasa damai, kepercayaan maupun harapan yang telah padam. Agar mereka bisa menyala dan terang kembali. Tidak percaya? Cobalah, karena Natal adalah waktu yang tepat untuk saling berbagi kasih dan menyalakan kembali api yang telah padam.